Urus token BNI hilang atau rusak hingga dapat ganti baru

Harus beli token lagi. Harga relatif terjangkau. Masalahnya ialah cara setting mengoneksikan dengan internet banking. Bagaimanapun kita tidak bisa memakai e-secure/m-secure sembarang.

Token BNI hilang harus diurus segera. Masalah ini agak bahaya. Apalagi bila ditemukan orang yang tahu User ID dan Password Internet Banking kita. Ia bisa membobol saldo hingga uang habis.

Berbeda dengan token rusak. BNI Ibank memang dapat di-login. Namun, sebatas transaksi nonfinansial. Antara lain cek saldo dan mutasi rekening. Sedangkan transfer, bayar belanja dan tagihan tidak bisa.

Cara mengurus token BNI hilang ataupun rusak sebenarnya gampang. Koneksi tinggal diputus. Kemudian ganti token baru. Bisa e-Secure atau m-Secure. Sayang, hanya customer service yang dapat melakukan ini.

Meski demikian, tenang. Customer service dapat dihubungi via BNI Call. Selepas itu datanglah ke bank untuk minta token lain. Jangan lupa bawa syarat yang diperlukan. Detail hingga biayanya sebagai berikut.

Penting: tindakan pertama saat token BNI Internet Banking hilang

Ada hal harus dilakukan saat mengalaminya. Tujuannya agar uang dalam rekening tetap aman. Apakah itu? Ialah melapor pihak bank sebelum mengurus permintaan token pengganti.

Saking pentingnya wajib sesegera mungkin. Andai tengah malam, hari libur, ataupun tidak sempat ke bank, silakan melalui telepon. Nomornya 1500046. BNI Call Officer bakal memutus koneksi token yang hilang tersebut.

Jika tidak melapor dan rekening terbobol, pihak bank menganggap kesalahan Anda. Mereka tidak menanggung jawab. Sebaliknya, jika Anda melapor duluan, saldo hilang bakal diganti dengan jumlah yang sama.

Cara ganti token BNI yang rusak atau hilang

Usai memutus koneksi, langkah selanjutnya ialah meminta token pengganti. Pengguna e-Secure harus ke bank. Sedangkan m-Secure kemungkinan besar tidak perlu. Mereka bisa download secara online.

Andai gagal berarti memang harus menemui customer service. Mengurus token BNI hilang atau rusak ke bank, baik jenis e-Secure maupun m-Secure tidak sembarangan. Caranya kurang lebih begini:

Syarat wajib dibawa

  1. Kartu debit atau ATM
  2. Buku tabungan
  3. Uang Rp20 ribu—Rp120 ribu buat bayar e-Secure, atau smartphone dan kuota data untuk download aplikasi m-Secure.

*Jika lupa bawa uang bisa memotong saldo

Cara ganti e-Secure atau m-Secure BNI hilang

  • Datang ke bank dengan membawa persyaratan yang ditentukan
  • Sampai di sana ambil nomor antre bagian customer service
  • Tunggu hingga giliran dilayani
  • Saat dilayani, katakan bahwa token BNI Anda hilang atau rusak
  • Customer service kemudian mengeceknya
  • Terakhir, CS akan memberikan e-Secure/m-Secure baru
  • Selesai cuma butuh waktu sekira lima belas menit.

*Biasanya token baru sudah disetingkan customer service. Anda tinggal pakai. Ia bisa langsung digunakan saat itu juga.

Bisakah beda cabang dan diwakilkan?

Mengurus token BNI hilang atau rusak harus dilakukan sendiri oleh nasabah. Mulai kartu identitas + rekening milik pribadi, datang ke sana, hingga menghadap customer service. Diantar orang lain boleh saja.

Pertanyaannya ialah apakah bisa di cabang BNI bukan tempat asal buka rekening? Misal dulu buka tabungan di Semarang. Sekarang merantau ke Jakarta dan token hilang/rusak. Apakah harus pulang kampung dulu?

Tidak perlu. Selama kartu identitas sama dengan database BNI, Anda bisa ganti token BNI di cabang mana pun. Namun jika beda tidak ada salahnya dicoba juga. Zaman sekarang biasanya dipermudah.

Paling penting ialah tidak diwakilkan orang lain. Entah pasangan (suami/istri), keluarga (ayah/ibu), saudara (kakak/adik), ataupun asisten. Meski mereka bawa surat kuasa yang ditandatangani Anda tetap ditolak.

Biaya ganti token BNI baru karena hilang atau rusak

Token hilang ataupun rusak harus diganti. Cara mendapat yang baru harus ke bank. Di sana bayar. Besarnya sama seperti pertama dulu. Tepatnya Rp20 ribu—Rp120 ribu tergantung limit transaksi.

Itu khusus e-Secure. Sedangkan m-Secure tidak perlu dibayar. Pengguna cukup hapus aplikasi lama dan download ulang. Yang dibutuhkan hanya kuota data internet. Soal handphone bisa pakai yang sama.

Oh ya, menelepon BNI Call saat melapor token hilang juga keluar biaya. Berdasarkan pengalaman pribadi menghubunginya 12 menit habis pulsa sekira 17.000. Saya pakainya operator prabayar SimPati.

Biaya lain yang dibutuhkan yakni meterai. Ia ditempel pada formulir pengajuan token baru. Pihak bank menyediakan. Anda hanya perlu bayar Rp10.000,00. Jika lupa bawa uang bisa memotong saldo rekening.

Soal sering ditanya (SSD)

Apakah token hilang bisa bahaya?

Tergantung. Jika dicuri orang yang mengetahui User ID dan Password BNI Internet Banking, rekening dapat dibobol. Saldo di dalamnya akan berkurang karena diambil/digunakan.

Apakah e-Secure BNI bisa rusak?

Tentu. Beberapa contohnya antara lain mati, tidak bisa nyala, tidak berfungsi (tidak cocok/sinkron), hancur karena jatuh, baterai habis, dan terkunci (Lock PIN: failed1, failed2, dan failed3).

Apa syarat ganti token BNI?

Kartu identitas (KTP/SIM/kartu pelajar/paspor) dan bukti kepemilikan rekening berupa kartu ATM dan buku tabungan (pengguna Taplus Muda tidak wajib bawa karena fasilitasnya e-statement)

Bisakah mengurus token BNI hilang ataupun rusak tanpa ke bank?

E-Secure harus karena sekalian ambil barangnya di bank. Sedangkan m-Secure kemungkinan tidak perlu. Anda bisa download dan instal sendiri dari rumah. Silakan login ibank.bni.co.id dan cari menu di dalamnya.

Default image
Admin
Mendirikan banksentral.com tahun 2017 setelah agak banyak web yang dibuat. Hobinya memang mencoba hal baru, termasuk bikin rekening bank. Namun, yang aktif dan digunakan saat ini hanya BNI, BRI, dan Jenius.
Articles: 131

Leave a Reply