Transaksi via BNI Internet Banking dipastikan aman. Pasalnya, login saja butuh User ID dan Password. Keduanya tidak bisa sembarang. Salah ataupun tidak cocok tidak bisa login.

Setelah berhasil login hanya bisa transaksi nonfinansial. Contoh informasi saldo, cek mutasi rekening, dan sejenisnya. Agar dapat transfer, bayar tagihan, dll. butuh otorisasi pengaman tambahan. Namanya token.

Ada tiga jenis token BNI. Pertama, e-Secure berwujud benda kecil mirip remot. Kedua, m-Secure berbasis aplikasi diinstal pada smartphone. Dan terakhir, s-Secure dengan sistem kerja menggunakan SMS.

Karena fungsinya penting buat transaksi internet banking BNI, nasabah harus tahu syarat mendapat token. Berikut diuraikan lengkap dengan cara aktivasinya. Serta perbedaan ketiganya biar tidak bingung memilih.

Perbedaan BNI e-Secure, m-Secure, dan s-Secure

Cara kerjanya mirip OTP (one time password). Saat digunakan, alat meng-generate kode yang terdiri angka delapan digit. Setiap kode hanya bisa digunakan sekali. Untuk transaksi berikutnya butuh kode lain.

Cara pakai dan menerima kode

Menggunakan token e-Secure agak ribet. Setelah dinyalakan, Anda harus memasukkan PIN. Kemudian “pancing” dengan kode challenge dari laman iBank BNI. Barulah alat menampilkan kode baru.

Kode hasil generate kemudian inputkan ke layar Internet Banking. Jika benar, transaksi berhasil. Bila salah bisa diulang. Namun hindari berkali-kali. Berturut sebanyak tiga mengakibatkan terblokir.

Sebaliknya, penggunaan m-Secure lebih simpel. Membuka aplikasi memang butuh PIN. Namun berikutnya tinggal klik tombol generate. Setelah diklik, kode untuk memproses transaksi bakal muncul.

Bagaimana dengan s-Secure? Hampir sama dengan BRI Internet Banking. Begitu transaksi finansial dan request kode, nomor hp kita mendapat SMS berisi Response Code.

Biaya, kelebihan, dan kekurangan

Wujud alatnya sudah dijelaskan. e-Secure berupa benda kecil berwarna orange. m-Secure berbentuk software yang diinstal pada handphone. Sedangkan e-Secure tergantung menu SMS pada hp Anda.

Perbedaan tersebut menentukan biaya pemakaian. Cara memiliki e-Secure harus membeli. Harga antara Rp20 ribu hingga Rp120 ribu. Tenang, pembayaran hanya sekali. Saat pertama atau ganti bila rusak.

Meski bayar dan penggunaan ribet, e-Secure memiliki kelebihan tersendiri. Yakni keamanan lebih menyakinkan dibanding m-Secure.

Berikutnya cara mendapat m-Secure BNI Internet Banking. Sama seperti mayoritas aplikasi hp. Ia gratis alias tidak bayar lisensi. Proses download cuma butuh pulsa. Penggunaan selanjutnya bisa offline.

Di balik kelebihan yang tinggal unduh terdapat kekurangan. Misal, harus memiliki smartphone yang kompatibel. Saat ini hanya bisa android, BlackBerry, dan java. iOS atau iPhone belum.

Sedangakan s-Secure, saya yakin pembaca paham. Ponsel apapun bisa menerima. Jadul tidak masalah selama ada menu SMS. Kelemahan cuma satu: harus memiliki pulsa untuk menerima Response Code.

Cara mendapat token BNI Internet Banking

Banksentral.com sia-sia bahas s-Secure. Pasalnya, iBank BNI umumnya pakai dua jenis token: e-Secure dan m-Secure. Jika Anda bingung biasanya customer service menyarankan yang pertama.

e-Secure dan cara aktivasinya

e-Secure dapat dibeli di kantor cabang BNI. Datanglah ke sana dengan membawa persyaratan. Antara lain KTP, kartu ATM, dan buku tabungan. Uang tidak harus karena bisa memotong saldo.

Usai membayar, Anda bakal dikasih token e-Secure baru. Biasanya sudah disetingkan customer service. Nasabah tinggal pakai. Jika belum tidak usah khawatir. Anda bisa aktivasi sendiri dengan cara di bawah.

  • Aktifkan BNI e-Secure dengan menekan tombol “◄”
  • Alat akan menyala dan layar menampilkan _ _ _ _ _ _ _ _PIN
  • Masukkan PIN standar, yakni 12345678
  • Layar kembali menampilkan _ _ _ _ _ _ NEW PIN
  • Masukkan PIN baru enam digit sesuai kehendak Anda
  • Konfirmasi PIN baru sekali lagi
  • Selesai
  • Untuk mematikan (off) alat e-Secure silakan tekan tombol “◄” dua kali.

m-Secure dan cara aktivasinya

Berdasarkan website Internet Banking BNI, kita bisa mendapatkan token m-Secure tanpa harus datang ke bank. Cara atau prosesnya ialah sebagai berikut.

  • Login BNI Internet Banking https://ibank.bni.co.id
  • Klik menu “PROFIL” pada navigasi atas
  • Terdapat submenu dropdown dan pilih “Unduh Aplikasi BNI m-Secure”
  • Klik “OK” dan pencet tombol “Download”
  • Instal file hingga menjadi app pada handphone
  • Buka aplikasi dan masukkan PIN standar yang didapat via inbox
  • Selesai.

Cara melihat inbox BNI Internet Banking BNI

  • Klik menu “LAYANAN LAINNYA” (di samping “PROFIL” pada navigasi atas tadi)
  • Pada bilah kiri, pilih “Email”
  • Semua pesan dari BNI bisa dilihat di situ.

Anda telah memperoleh token dengan cara di atas. PIN bahkan dapat diganti. Namun Internet Banking BNI belum bisa transfer ataupun transaksi finansial lain. Alasannya akun belum diaktivasi.

Aktivasi akun dikerjakan customer service. Datanglah ke bank untuk menemui mereka. Jangan lupa bawa persyaratan dan ke sana pada hari dan jam kerja. Kecuali, di kantor cabang yang buka weekend.

Bukan hanya syarat lengkap, mengurus BNI Internet Banking juga harus ke bank sendiri. Maksudnya tidak diwakilkan orang lain. Terakhir, usahakan pilih kantor cabang tempat asal buka rekening.

Soal sering ditanya

Bagaimana solusi minta token BNI tetapi syarat kurang karena hilang?

KTP hilang silakan bikin baru di kantor kecamatan/kelurahan. Kartu ATM dan buku tabungan hilang bisa diganti dengan surat kehilangan dari kantor polisi.

Apakah mengaktifkan BNI Internet Banking harus di cabang asal buka rekening?

Selama data kartu identitas sama dengan database BNI, bisa di unit kantor mana saja. Jika beda bisa ditolak. Namun tenang, kadang ada juga yang menerima.

Bagaimana kalau tidak pakai token?

Internet Banking BNI bisa dipakai meski tanpa e-Secure ataupun m-Secure. Akan tetapi terbatas informasi saldo, cek mutasi, dan sejenisnya. Sedangkan transfer dan transaksi finansial lain harus dengan token.

Author

Baca artikel perbankan dan uang digital lainnya di bawah.

Write A Comment