Perbedaan SMS banking, mobile banking, dan internet banking

SMS Banking menggunakan menu pesan, M-Banking pakai aplikasi, sedangkan I-Banking browser. Ini hampir berlaku pada semua bank, baik BCA, BRI, BNI, BSI, Danamon, Mandiri, dan sebagainya.

SMS banking, mobile banking, dan internet banking merupakan fasilitas tambahan selain ATM. Keempat fitur tersebut bagian dari e-banking. Anda bisa mendapatkan asalkan memiliki rekening tabungan. Bisa di BCA, BRI, BNI, BSI, Mandiri, dll.

Fungsi ketiganya buat mempermudah transaksi. Sehingga cek saldo, transfer, dan sebagainya bisa melalui gawai di tangan. Nasabah tidak perlu ke ATM ataupun kantor cabang bank. Dari rumah pun tidak masalah.

Meski sama-sama menggunakan gadget, SMS banking, mobile banking, dan internet banking memiliki perbedaan. Antara lain media yang dibutuhkan, cara penggunaan, dan biaya yang dikenakan. Berikut detailnya.

Perbedaan SMS banking, m-banking, dan i-banking

Penjelasan berikut secara umum. Tidak spesifik e-banking pada BCA, BRI, BSI, BNI, Mandiri, ataupun lainnya. Namun biasanya, bank satu dengan lainnya hampir sama. Beda pun sedikit.

SMS banking

SMS banking merupakan fasilitas perbankan yang memanfaatkan media SMS. SMS dimaksud ialah short message service alias menu pesan bawaan handphone. Jadi bukan WhatsApp, Line, Telegram, ataupun sejenisnya.

Semua ponsel terdapat menu tersebut. Namun, tidak berarti otomatis bisa SMS banking. Nomor SIM card-nya harus diregistrasi e-banking dahulu. Nasabah bisa mendaftarkan via ATM atau kantor cabang bank terdekat.

Dibanding mobile dan internet banking, transaksi SMS banking sedikit lebih ribet. Pengguna harus mengetik format perintah dengan benar. Salah sedikit saja jadi gagal. Dan sialnya, kode setiap jenis transaksi berbeda-beda.

Untungnya SMS banking dapat diakses dengan cara lain. Namanya USSD atau UMB. Pada menu telepon, silakan dial *141#. Nanti muncul nama-nama bank dan daftar transaksi. Pengguna tinggal memilih dengan menekan angka.

Mobile banking

Disingkat m-banking. Beberapa bank memiliki penamaan sendiri. Pada BCA yaitu m-BCA, BNI yaitu m-BNI, dan seterusnya. Apapun itu, pengertiannya kurang lebih sama bahkan tidak ada perbedaan.

Tepatnya, m-banking ialah fasilitas transaksi perbankan menggunakan media aplikasi. Bukan bawaan pabrik handphone, melainkan instal sendiri melalui Playstore atau App Store. File apk bisa juga dikasih bank langsung.

Cara menggunakan m-banking lebih gampang daripada SMS banking. Begitu dibuka, menu-menu transaksi tinggal diklik. Nasabah tidak perlu mengetik kode-kode perintah yang susah dihafal itu.

Aplikasi mobile banking berjalan menggunakan koneksi internet. Demi keamanan, usai penginstalan perlu diaktivasi pakai user id dan sandi. Setiap transaksi finansial butuh PIN atau OTP (one time password).

Internet banking

Mobile banking bekerja melalui koneksi internet. Akan tetapi, sebutan internet banking hanya untuk transaksi perbankan menggunakan browser. Kemudian mengunjungi URL khusus dari bank masing-masing.

Browser atau perambannya bebas. Boleh dari smartphone, tablet, laptop, ataupun PC. Nasabah bisa login gonta-ganti gadget asalkan user id dan password benar. Keamanan tambahannya yaitu e-secure, m-secure, atau s-secure.

Penggunaan internet banking tergolong mudah. Nasabah tinggal klik menu pilihan. Antara lain informasi saldo, cek mutasi rekening, transfer sesama dan antarbank, bayar tagihan bulanan, isi ulang pulsa, dan cicilan kartu kredit.

Oh ya, internet banking sering disingkat i-banking. Beberapa bank memiliki penyebutan berbeda. Contoh KlikBCA yang merupakan i-banking BCA dengan alamat URL www.klikbca.com.

Kelebihan dan kekurangan

SMS banking, m-banking, dan i-banking dapat diandalkan untuk bermacam transaksi. Baik finansial maupun nonfinansial. Sayangnya penarikan tunai tidak bisa. Saat ini hanya ATM-lah yang mengeluarkan uang cash.

Kendati demikian, seiring perkembangan teknologi, m-banking dapat menggantikan fungsi kartu debit. Ia akan menampilkan kode tertentu yang bisa digunakan untuk menjalankan ATM Tanpa Kartu.

Jadi, daftar transaksinya lebih lengkap mana? Tergantung kebijakan bank masing-masing. Contoh SMS banking BCA. Ia tidak bisa transfer. Namun pada bank lain tidak masalah. Ini belum lagi dibandingkan dengan m-banking dan i-banking-nya.

Sehingga perlu dilihat lebih dalam juga. Namun bila tidak punya waktu mencari info lebih lanjut, berikut dituliskan kelebihan dan kelemahan ketiganya secara garis besar.

SMS banking

Kelebihan:

  • Dapat menggunakan ponsel apa saja.
  • Aman karena tidak bisa memakai SIM card sembarang.
  • Tidak membutuhkan koneksi internet.
  • Ganti handphone tinggal memindahkan SIM card.
  • Bisa transaksi 24 jam selama ada sinyal operator seluler.

Kekurangan:

  • Membutuhkan biaya pulsa.
  • Penggunaan ribet.
  • Pilihan transaksi dan fitur kurang lengkap.

Mobile banking

Kelebihan:

  • Gampang digunakan.
  • Menu transaksi dan fitur lengkap.
  • Bisa buat buka rekening secara online.
  • Bisa menggantikan kartu ATM untuk tarik tunai.
  • Dapat digunakan 24 jam selama tidak gangguan.

Kekurangan:

  • Membutuhkan gadget spesifikasi menengah ke atas.
  • Membutuhkan koneksi internet.
  • Penggunaan pertama kali perlu diaktivasi.
  • Tidak bisa gonta-ganti handphone.
  • Beberapa m-banking perlu biaya pulsa untuk OTP.

Internet banking

Kelebihan:

  • Cara menggunakan cukup mudah.
  • Bisa login gonta-ganti browser dan lintas gadget.
  • Pilihan transaksi lengkap.
  • Bisa buat pembukaan rekening secara online.
  • Bisa buat registrasi SMS banking.
  • Dapat digunakan di luar negeri.

Kekurangan:

  • Membutuhkan koneksi internet.
  • Membutuhkan keamanan tambahan e-secure, m-secure, atau s-secure.

Baca juga: Cara aman menggunakan internet banking BNI

Biaya SMS banking, mobile banking, dan internet banking

Meski sama-sama bagian e-banking, tarif ketiganya beda dengan ATM. Hampir semua bank mengenakan biaya pengelolaan kartu. Namun tidak dengan SMS, mobile, dan internet banking. Semuanya gratis.

Itu buat pendaftaran atau registrasinya. Saat penggunaan tetap keluar ongkos. Bukan tarif yang ditarik oleh pihak bank, melainkan sekadar biaya komunikasi. Tepatnya seperti dijelaskan di bawah.

Nasabah harus memiliki pulsa saat bertransaksi SMS banking. Jika tidak, format perintah tidak terkirim. Besarnya tergantung operator seluler. Telkomsel, Indosat, Tri, XL, dan lainnya beda-beda. Jelasnya, sedikit lebih mahal dari SMS biasa.

Begitu juga dengan m-banking. Beberapa orang merasa gratis karena menggunakan wifi. Namun, kadang membutuhkan OTP sebagai tambahan keamanan transaksi finansial. Ia dikirim via SMS yang memotong saldo pulsa.

Terakhir biaya internet banking. Menggunakan m-secure bisa dibilang gratis. Namun s-secure butuh pulsa juga. Sedangkan e-secure, nasabah harus membeli alatnya seharga Rp20.000,00–Rp120.000,00.

Informasi tambahan

Memiliki rekening tidak otomatis bisa menikmati SMS banking, mobile banking, dan internet banking. Nasabah harus registrasi atau mendaftarkannya dahulu. Caranya via ATM atau datang ke kantor cabang bank terkait.

Nasabah tidak wajib mengaktifkan ketiganya. Bahkan tidak salah satu pun tidak apa-apa. Namun karena gratis, saran banksentral.com aktifkan saja semuanya. Toh tidak dipakai pun tidak masalah.

Sebaliknya, beberapa nasabah ingin mengaktifkan tetapi tidak bisa. Ini dikarenakan rekeningnya tidak mendapat fasilitas e-banking. Contoh tipe TabunganKu. Pada beberapa bank, ia hanya mendapat buku tabungan dan kartu ATM.