Perbedaan GPN, Mastercard, dan Visa pada kartu ATM

GPN, Mastercard, dan Visa adalah nama-nama jaringan pembayaran pada kartu debit dan kartu kredit. Ketiganya tidak menerbitkan kartu, tetapi logonya selalu terpampang di permukaan depan bagian pojok kiri bawah. Umumnya tiap kartu memiliki satu sistem jaringan ini.

Secara fungsi, GPN, Mastercard, dan Visa mengatur agar kartu dapat digunakan lintas bank. Kartu debit BNI GPN misalnya, dapat melakukan pembayaran meskipun dimasukkan ke mesin EDC Bank BCA, BRI, dan Mandiri. Hal ini disebabkan bank-bank tersebut bergabung dalam jaringan GPN yang sama.

Meskipun fungsinya sama, dalam pemakaian tetap ada perbedaan. Contoh perbedaan yang paling menonjol adalah biaya admin dan fee transaksi GPN lebih murah daripada Mastercard dan Visa. Karena murah, kartu GPN memiliki kekurangan yaitu tidak dapat dipakai di mesin bank asing luar negeri.

Baca juga: Jenis-jenis kartu debit BNI beserta biaya admin dan limit transaksinya

Perbedaan GPN, Mastercard, dan Visa

Di samping biaya, GPN serta Mastercard dan Visa juga berbeda dalam hal gambar logo, negara penerbit dan tahun penerbitan, jangkauan penggunaan, rute transaksi, serta penerima pajaknya. Banksentral.com menguraikannya satu per satu di bawah dengan cukup detail.

Pada kartu debit dan kartu kredit, simbol sistem jaringan ini bertempat di permukaan depan bagian pojok kiri bawah. Tempatnya sama, tetapi tentu logo GPN, Mastercard, dan Visa berbeda wujud. Logo GPN berbentuk burung garuda merah atau putih dengan tulisan GPN di bawahnya.

Sementara itu, logo Visa bertuliskan VISA yang diapit oleh dua persegi panjang. Tulisan Visa dan persegi panjang yang atas berwarna biru, sedangkan persegi panjang bawah berwarna kuning. Pada beberapa kartu Visa, dua persegi panjang itu sering tidak disertakan.

Logo Mastercard bergambar dua lingkaran yang berwarna merah dan kuning. Kedua lingkaran ini saling menempel dan membentuk diagram venn. Logo Mastercard yang lawas tulisan Mastercardnya terletak di tengah-tengah dua lingkaran, sedangkan yang sekarang ada di bawah lingkaran.

2. Penerbit dan tahun penerbitan

Secara kronologis, Visa diluncurkan paling awal daripada Mastercard dan GPN, yaitu tahun 1958 dengan nama BankAmericard oleh Bank of America. Untuk menyaingi Visa, beberapa bank lainnya di Amerika bergabung dan meluncurkan Master Charge yang merupakan nama awal Mastercard pada tahun 1966.

Visa dan Mastercard bersaing ketat hingga ke luar Amerika. Di Indonesia, demi kedaulatan sistem pembayaran nasional, Bank Indonesia (BI) meluncurkan GPN pada 4 Desember 2017. Meskipun telat jauh, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sebenarnya telah melewati pengkajian 20 tahun sebelum diresmikan.

3. Jangkauan transaksi

Jaringan Mastercard dan Visa sudah hampir merata di seluruh dunia. Di luar negeri dengan mudah kita menemukan ATM dan mesin EDC milik bank yang menjalin kerjasama dengan Mastercard atau Visa. Dengan demikian, kartu Mastercard dan Visa kita pun dapat digunakan di sana.

Sebaliknya, saat tulisan ini dibuat, jaringan GPN masih terbatas di dalam negeri. Oleh karena itu, jika berlogo GPN, kartu debit dan kartu kredit Anda hanya dapat dipakai di ATM dan mesin ECD bank di Indonesia seperti BRI, BCA, BNI, Mandiri, dan sejenisnya.

Catatan: Beberapa bank menerbitkan kartu debit private label, yaitu kartu ATM tanpa GPN, Mastercard, ataupun Visa. Contoh kartu private label adalah kartu ATM TabunganKu. Karena tidak didukung oleh GPN, Mastercard, atau Visa, kartu debit private label hanya dapat dipakai di ATM milik bank yang mengeluarkan (tidak dapat digunakan di mesin bank lain).

4. Rute transaksi

Visa dan Mastercard adalah produk Amerika maka kantor pusatnya pun berada di sana. Akibatnya, meskipun dilakukan di Indonesia, transaksi dengan kartu Mastercard dan Visa akan diprose ke Amerika dahulu. Proses transaksi tersebut sangat cepat sehingga pengguna tidak merasakannya.

Sebaliknya, kantor pusat GPN ada di Indonesia karena merupakan produk dalam negeri. Rute transaksi yang dilakukan oleh kartu GPN tidak perlu “pergi” ke luar negeri. Mengenai kecepatannya, proses transaksi kartu GPN tidak berbeda dengan kartu Visa ataupun Mastercard.

5. Biaya penggunaan

Biaya menjadi pembeda antara GPN, Mastercard, dan Visa yang paling signifikan. Secara umum, penggunaan kartu GPN lebih murah baik dalam biaya administrasi per bulan maupun per transaksi. Kartu debit BCA GPN misalnya, biaya admin per bulannya selisih Rp1.000 dibanding kartu debit BCA Mastercard.

Ketika digunakan untuk membayar belanja di merchant yang menyediakan mesin EDC, kartu GPN dikenakan fee transaksi sebesar 0,15 persen sedangkan kartu debit atau kartu kredit Mastercard dan Visa sebesar 1 persen.

Baca juga: Jenis-jenis kartu ATM BCA beserta biaya dan limitnya

6. Penerima pajak

Sudah barang tentu pemakaian kartu GPN, Mastercard, dan Visa dikenakan pajak. Namun, sebagai pengguna, kita cukup membayar biaya seperti yang sudah dijelaskan pada poin nomor 5 di atas. Pihak pengelola-lah yang membayar pajaknya.

Negara penerima pajak dari sistem jaringan ini sedikit berbeda dan kurang lebih begini. Pajak yang diterima oleh GPN sepenuhnya masuk ke Indonesia. Sementara itu, pajak yang diterima oleh Visa dan Mastercard akan masuk ke Amerika tetapi Indonesia kebagian karena Mastercard dan Visa juga beroperasi di negara ini.

Lebih baik memilih kartu GPN, Visa, atau Mastercard?

Berdasarkan enam poin di atas dapat diketahui bahwa perbedaan GPN, Visa, dan Mastercard yang paling terasa adalah mengenai biaya dan jangkauan penggunaan. Kartu GPN berbiaya murah tetapi tidak dapat digunakan di luar negeri. Sebaliknya, kartu Visa dan Mastercard dapat dipakai di seluruh dunia tetapi biaya adminnya sedikit lebih mahal.

Jadi, saat bingung memilih kartu GPN, Visa, atau Mastercard, kita harus mempertimbangkan tempat penggunaannya dahulu. Jika hanya dipakai di dalam negeri, kartu GPN dapat dipilih untuk menekan biaya administrasi. Namun, jika hendak dipakai di luar negeri juga, kartu Mastercard atau Visa-lah yang harus Anda bikin.

Akan tetapi, perlu diingat anjuran yang berbunyi, “Jika Anda memiliki banyak kartu, minimal satu harus GPN.” Dengan kata lain, agar dapat memiliki kartu debit Mastercard atau Visa, Anda harus membuat kartu minimal dua buah. Jika hanya satu, kartu tersebut mau tidak mau harus GPN.

Baca juga: Jenis-jenis mesin ATM dan kegunaannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *