BNI Mobile Banking: kelebihan, kekurangan, dan cara menggunakan agar tidak eror

M-Banking BNI memiliki banyak keunggulan. Namun pada sisi lain punya kelemahan juga. Di antaranya tiba-tiba gagal tidak bisa login/transaksi dan beberapa eror alert MBANK.

BNI Mobile Banking merupakan sebuah aplikasi. Ia diinstal pada hp android dan iPhone. Manfaatnya sebagai alat transaksi. Sehingga cek saldo, transfer, dll., tidak usah ke ATM/bank. Dari rumah pun bisa.

Dibanding SMS dan internet banking, m-banking BNI memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya yaitu praktis. Pengguna tidak perlu mengetik kode format perintah. Alat tambahan token atau e-secure pun tidak.

Meski demikian tetap aman. Setiap mau transaksi diminta tiga pengaman. Yakni User ID, MPIN, dan Password Transaksi. Bahkan instalasi aplikasinya harus diregistrasi dan aktivasi terlebih dahulu.

Sedikit ribet instalasi itulah yang menjadi kekurangan. Kadang muncul pula kendala. Misal tidak bisa login, eror MBANK, dan lupa User ID + MPIN hingga terblokir. Meski begitu, semua bisa diatasi dengan gampang.

Kelebihan BNI Mobile Banking

Artikel ini membahas semua topik di atas secara detail. Mari kita mulai dari kelebihannya dulu. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun menggunakan, berikut yang banksentral.com temukan.

1. Cepat dan gampang digunakan

Sudah disinggung tadi. Keunggulan m-banking BNI yaitu simpel. Cara menggunakannya tinggal login pakai User ID dan MPIN. Begitu masuk langsung terlihat menu-menu yang siap ditransaksikan.

Anda hanya perlu memilih dan klik menu sesuai kebutuhan. Setelah yakin mau memproses, langkah selanjutnya memasukkan Password Transaksi. Tidak butuh lama, kurang dari lima menit bisa berhasil.

2. Aplikasi terjamin aman

Meski tanpa token, BNI Mobile Banking dipastikan aman. Selain registrasi dan aktivasi, syarat penginstalan dan login sangat ketat. Tidak percaya? Silakan coba dan buktikan hal-hal berikut ini.

  • Satu akun untuk satu device.
  • Hp di-root tidak bisa login.
  • Handphone harus dimasukkan SIM-card terdaftar m-banking.
  • Pengguna hape dual SIM tidak boleh menukar posisi kartu.
  • Ganti hp perlu aktivasi ulang.
  • Setelah semua syarat di atas terpenuhi, login butuh User ID dan MPIN yang benar.
  • Sudah login pun harus memasukkan Password Transaksi setiap mau transaksi.

3. Gratis biaya administrasi

Keuntungan Mobile Banking BNI berikutnya ialah tidak dipungut tarif tambahan. Anda mau mengaktifkan atau tidak, biaya admin (pengelolaan rekening) per bulan tetap sama.

Begitu juga selama penggunaan: bebas bayar alias gratis. Anda transaksi beberapa kali dalam sehari pun tidak dikenakan potongan biaya. Lebih dari lumayan jika dibanding harus bolak-balik ke ATM/bank, bukan?

4. Tidak butuh pulsa, hanya kuota data

Mengaktifkannya memang gratis. Akan tetapi media yang digunakan butuh biaya. Bagaimanapun, cara kerja aplikasi BNI m-banking berjalan pada jaringan internet.

Koneksi tersebutlah yang harus dibayar. Namun tenang, ia tidak “makan” pulsa. Kuota data pun tidak harus dari kartu SIM terdaftar. Bisa melalui wifi. Jadi, nasabah dapat mengakali dengan membeli paket internet murah.

5. Bisa dipakai di luar negeri

Salah satu keunggulan transaksi menggunakan gadget ialah dapat dilakukan di mana saja. Baik di rumah, jalan, dll., selama jaringan tersedia. Waktunya bisa 24 jam. Siang, malam, ataupun hari libur tidak masalah.

Tidak terbatas dalam wilayah Indonesia. Aplikasi Mobile Banking BNI bahkan bisa dipakai di luar. Buktinya, saat aktivasi terdapat pilihan negara lain. Berarti sudah disiapkan jika nasabah ingin menggunakannya di sana.

6. Transaksi banyak dan makin lengkap

Hampir semua transaksi dapat dilakukan dengan m-banking BNI. Baik finansial maupun nonfinansial. Jangankan cek saldo dan transfer. Buat debit online agar pembayaran belanja di marketplace gampang pun tersedia.

Fitur terbarunya, BNI Mobile bisa transfer tanpa memasukkan nomor rekening tujuan. Melainkan cukup scan atau upload kode QR. Juga tarik tunai di ATM tanpa kartu pun sekarang sudah banyak yang memanfaatkan.

Kekurangan Mobile Banking BNI

Di dunia tidak ada yang sempurna. Begitu juga dengan aplikasi ini. Di atas sudah diurai beberapa kelebihan. Sekarang ganti kekurangannya. Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut daftarnya.

1. Butuh jaringan internet

Aplikasi berjalan pada koneksi internet memang kelebihan. Biaya bisa lebih murah daripada SMS banking ataupun SMS notifikasi. Seperti kita ketahui saat ini harga kuota data tidak semahal pulsa biasa.

Sayangnya jaringan internet belum merata. Di daerah tertentu tidak ada. Di lokasi saya sendiri pada kondisi normal cukup kencang. Namun saat hujan menjadi lemot. Jika listrik mati, koneksi benar-benar terputus.

2. Satu akun satu device

Pengguna internet banking pasti paham soal ini. Mereka bebas login lintas gadget. Baik smartphone, tablet, ataupun laptop/desktop. Paling penting jangan satu akun dalam waktu bersamaan.

Kekurangannya, BNI Mobile Banking tidak begitu. Nasabah hanya bisa login pada aplikasi yang sudah diaktivasi. Mengaktivasi ponsel baru memang bisa. Akan tetapi pada hp sebelumnya jadi logout otomatis.

3. Ganti nomor harus registrasi lagi

Meski berjalan pada koneksi internet, keberadaan nomor hp buat Mobile Banking BNI tetap penting. Ia harus dipasang pada slot yang sama seperti saat aktivasi. Jika tidak, transaksi gagal.

Bagaimana jika nomor yang sudah terdaftar tersebut hilang atau ganti? Wajib registrasi kartu baru Anda. Caranya bisa melalui ATM atau datang ke kantor cabang bank. Silakan klik link untuk mengatasi hal tersebut.

4. Ganti handphone perlu aktivasi ulang

Bagaimana jika nomor tetap, tetapi ganti telepon genggam? Kalau Anda baca di atas dengan teliti pasti tahu jawabannya. Yakni, pemasangan aplikasi BNI Mobile Banking pada ponsel lain harus diaktivasi dulu. Untungnya, tidak perlu ke bank. Bisa dilakukan sendiri di rumah.

Hanya saja cara tersebut berlaku bila sistem operasi hp lama dan baru sama. Jika android ke iPhone atau sebaliknya harus melapor ke bank. Tujuannya mereset pengenalan SIM-card pada slot hp.

Cara aman menggunakan BNI Mobile Banking

Bisa diperhatikan di atas. Kelemahan-kelemahan Mobile Banking BNI tidak bahaya. Sebagian hanya menimpa nasabah tertentu. Sebagian lagi agar e-channel tersebut tetap aman.

Meski demikian, ada satu kesalahan yang fatal. Yakni kecerobohan nasabah. Contoh: hp yang terinstal aplikasi dan dalam keadaan login jatuh ke tangan orang lain. Jika mengetahui password transaksi, ia dapat menguras saldo.

Jadi, bagaimana cara menggunakan mobile banking agar tetap aman? Sebisa mungkin jangan pinjamkan ponsel kepada orang lain. Kemudian bikinlah user ID, MPIN, dan Password Transaksi seunik mungkin.

Pertanyaan lain yang cukup penting: kalau handphone hilang, bagaimana? Pertama, teleponlah BNI call center. Minta pemblokiran mobile banking. Setelah nomor hp beres (ganti baru atau urus ke provider), kunjungi ke kantor cabang BNI terdekat.

Muncul kode eror MBANK pada aplikasi

Sampai sini sudah jelas. M-banking BNI banyak kelebihan. Sedangkan kekurangannya masih batas wajar. Jika selama penggunaan terdapat kendala, berikut contoh dan cara mengatasinya.

Tidak bisa login padahal User ID dan MPIN sudah benar. Masalah ini disebabkan koneksi internet Anda lemah. Sehingga waktu respon lama dan terputus. Solusinya silakan ganti jaringan yang kuat plus stabil.

Lupa user ID dan MPIN. Bukan erornya aplikasi, melainkan kesalahan pengguna. Namun tenang, gampang diatasi. Anda tidak perlu datang ke kantor cabang bank. Cukup klik link di bawahnya yang bertuliskan “Lupa User ID/MPIN/Password Transaksi”.

Transaksi m-banking BNI gagal terus. Ada beberapa kemungkinan. Selain masalah koneksi, bisa jadi karena Anda memindahkan kartu SIM dari slot 1 ke 2 (atau sebaliknya).

Muncul peringatan eror “Root Device Detected. Artinya hp yang Anda gunakan sudah dioprek. BNI Mobile Banking mengutamakan keamanan. Ponsel di-root memang tidak diizinkan. Jalan keluarnya ialah ganti gawai yang masih bawaan pabrik.

Alert “MBANK52”. Seringnya muncul saat aktivasi aplikasi Mobile Banking BNI. Efeknya Anda tidak bisa menerima kode OTP. Cara mengatasinya ialah copot kartu SIM pada slot 2. Cukup gunakan satu nomor hp saja.

Alert “MBANK51”. Maksudnya ialah nomor hp Anda belum terverifikasi buat transaksi m-banking BNI. Solusinya bisa daftarkan melalui ATM atau datang ke kantor cabang bank (sudah pasti ampuh).

Alert “MBANK50”. Kadang menimpa nasabah yang ganti handphone. Setelah instal aplikasi BNI Mobile Banking pada hp baru, saat mau transaksi muncul peringatan ini. Cara mengatasinya ialah dengan update SSN di kantor bank.

Alert “MBANK36” dan “MBANK37”. Artinya akses e-channel terblokir. Solusi jitunya ialah mengunjungi bank untuk membuka blokiran. Syarat yang wajib dibawa yaitu kartu identitas (KTP), kartu ATM, buku tabungan, dan kalau perlu hp-nya juga.

Alert “MBANK18”. Kode eror ini terjadi karena Anda telah memencet “Lupa User ID/MPIN/Password Transaksi”. Silakan lanjut mengubah atau langsung login menggunakan yang terbaru.

Alert “MBANK1”. Server BNI Mobile Banking sedang gangguan. Sehingga Anda gagal transaksi. Baik cek saldo, transfer, dan sebagainya. Menunggu beberapa saat dan kemudian coba lagi merupakan solusi yang tepat.

Alert “MBANK ERROR, General Error. Aplikasi BNI mbanking Anda out of date. Silakan update ke versi terbaru. Setelah itu coba lanjut transaksi. Harusnya sudah kembali normal. Kode eror tidak muncul lagi.

Alert kode “2755”. Jaringan Mobile Banking BNI sedang gangguan. Transaksi Anda bakal gagal. Cukup tunggu beberapa waktu dan kemudian coba lagi. Kalau sudah normal pasti berhasil.

Alert kode “2754”. Menandakan BNI sedang melalukan pemeliharaan jaringan. Tenang, akun Mobile Banking tetap aman. Anda tidak perlu melakukan apa-apa. Tunggu saja hingga pemeliharaan selesai.