BNI Internet Banking: kelebihan, kekurangan, dan cara aman transaksi

Keuntungan mengaktifkan BNI Internet Banking banyak. Salah satunya ialah mempermudah transaksi. Mulai cek saldo, transfer, hingga bayar tagihan bisa melalui gadget. Baik smartphone, tablet, maupun laptop.

Soal kekurangan tentu ada. Menggunakan gawai artinya harus punya. Kemudian beberapa hal perlu diwaspadai. Di antaranya virus, trojan, malware, dan akun diretas hingga disalahgunakan orang lain.

Sangat bahaya jika itu sampai terjadi. Penjahat bisa transaksi atas nama Anda. Hasilnya saldo berkurang dan bank menganggap sah. Anda tidak bisa komplain karena masalah termasuk kesalahan nasabah.

Oleh karenanya perlu informasi cara aman internet banking. Fungsinya buat meminimalkan risiko. Andai menemukan kendala bukan kecerobohan Anda. Bank pun mau menanggung kalau ada apa-apa.

Kelebihan BNI Internet Banking

Satu di antaranya sudah disebut di atas. Yakni mempermudah transaksi. Lebih lengkap ialah sebagai berikut:

Mana saja, kapan saja, dan apa saja

Dengan i-banking, transaksi tidak butuh ATM apalagi kantor cabang. Dari rumah, kantor, bahkan jalan bisa. Paling penting terdaftar dan gadget terhubung jaringan online.

Gadget tidak harus laptop atau tablet. Perkembangan teknologi membuat browser ponsel bisa mengakses internet banking. Merek dan OS-nya terserah. Bisa Apple, MacBook, iPad, iPhone, android, dll.

Selain dua di atas, keunggulan ibank lainnya ialah dapat diakses kapan saja. Hampir 24 jam dalam 7 hari. Beda dengan kantor cabang. Di luar hari dan jam kerja tidak melayani nasabah.

Bermacam-macam transaksi

Jenis BNI e-Banking banyak. Ada ATM, m-banking, SMS banking, dan internet banking. Dibanding lainnya, i-Banking memiliki kelebihan sendiri. Yaitu bisa melakukan banyak transaksi.

Transaksi-transaksi yang sering menggunakan Internet Banking BNI yaitu transfer terjadwal dan berulang, transfer sesama dan antarbank, isi ulang pulsa dan voucher listrik, bayar belanja, serta melunasi tagihan kartu kredit.

Limit 1 miliar per hari

Uang saldo tetap milik nasabah. Mereka bebas memakainya sesuai keinginan. Baik transfer, pembayaran, dan sebagaianya selama jumlah memenuhi.

Akan tetapi, transaksi satu miliar hanya bisa melalui teller. Via ATM, SMS banking, dan mobile banking dikenakan limit. Besarnya di di bawah itu. Kecuali menggunakan BNI Internet Banking.

Mutasi transaksi enam bulan

Keunggulan BNI Internet Banking berikutnya ialah histori transaksi hingga enam bulan terakhir. Coba bandingkan dengan ATM, m-banking, dan SMS banking. Mereka hanya beberapa transaksi dalam 30 hari.

Soal mutasi, buku tabungan bagi sebagian orang masih terbaik. Ia tersedia bentuk fisik. Akan tetapi terdapat kekurangan. Untuk melihat data terkini harus di-print out. Pada internet Banking sudah otomatis.

Buka rekening BNI secara online

Perkembangan teknologi membuat metode pembukaan rekening bertambah. Dulu calon nasabah harus datang ke bank. Sekarang bisa dari rumah. Pilihan tipenya yaitu Taplus, Tapenas, dan Deposito.

Tidak hanya buka baru, BNI Internet Banking bisa memperbarui/merubah juga. Pada Tapenas dapat menambah setoran/jangka waktu. Sedangkan pada Deposito bisa mencairkan. Baik sudah jatuh tempo ataupun belum.

Bisa memblokir kartu debit

Memblokir kartu ATM kadang diperlukan. Bukan kurang kerjaan, melainkan demi keamanan. Contohnya saat hilang di jalan, ditemukan orang lain, dan ada yang tahu PIN.

Anda tidak perlu menelepon call center saat mengalaminya. Cukup login BNI Internet Banking dan cari menu Permohonan layanan > Blokir kartu debit. Mudah dan tidak membutuhkan pulsa.

Gratis biaya administrasi

Kelebihan-kelebihan Internet Banking BNI sudah disebutkan di atas. Semua dapat nasabah nikmati. Tidak usah bayar, mereka hanya perlu meregistrasikan rekening pada layanan tersebut.

Meski demikian ia tetap fitur opsional. Anda tidak harus mengaktifkan. Iya ataupun tidak, tidak dikenakan biaya tambahan. Potongan administrasi tiap bulan tetap sama.

Otorisasi lebih dari tiga

Selama dipakai dengan benar, keamanan BNI Internet Banking tidak diragukan lagi. Ia memenuhi standar tinggi. Bagaimana tidak, login saja butuh tiga otorisasi. Mereka yaitu User ID, Password, dan captcha.

Login berhasil hanya bisa transaksi nonfinansial. Antara lain informasi saldo dan cek mutasi rekening. Untuk transfer dan transaksi finansial perlu otorisasi lagi. Namanya token (e-secure, m-secure, atau s-secure).

Kekurangan Internet Banking BNI

Bagaimanapun, i-banking produk manusia. Ia tidak sempurna dan memiliki kelemahan. Ditambah berjalan pada koneksi internet. Pasti ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Sehingga penggunaan menjadi aman dan nyaman.

Butuh gawai (smartphone/tablet/laptop)

Proses transaksi dengan media gadget memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Alat merupakan milik pribadi. Jadi bebas dibawa ke mana saja. Namun di sisi lain, nasabah wajib membeli sendiri.

Mari bandingkan dengan ATM. Anda tidak usah memiliki. Mesin-mesinnya tersebar di berbagai tempat disediakan pihak bank. Mereka sudah menjadi fasilitas umum. Siapa saja boleh memakainya.

Biaya komunikasi

Sesuai nama, i-banking berjalan pada koneksi internet. Sama seperti gadget di atas, ini dibayar sendiri. Pihak bank tidak menyediakan gratis meski Anda nasabah lama dengan jumlah saldo banyak.

Sebagian pembaca mungkin membantah. Mereka bilang banyak wifi gratis di tempat umum. Akan tetapi perlu diketahui, akses internet banking via jaringan publik tidak dianjurkan.

Token tidak gratis

Mengaktifkan dan menggunakannya gratis. Namun, transaksi finansial butuh token. Alat ini harus beli. Harganya sekira Rp20—120 ribu. Sedikit mahal tetapi hanya bayar sekali.

Token Internet Banking BNI ada tiga pilihan. Yakni e-secure (alat kecil seperti gambar di atas), m-secure (berbasis aplikasi yang diinstal pada handphone), dan s-secure (berbasis SMS).

Maintenance, gangguan, jaringan tidak merata

Di atas dikatakan i-banking bisa digunakan kapan saja. Sebenarnya tidak 100% begitu. Kadang maintenance. Namun tenang, pihak bank mensiasati dengan melalukannya saat tengah malam.

Selain maintenance, kelemahan BNI Internet Banking berikutnya ialah gangguan jaringan. Penyebabnya bermacam-macam. Salah satunya provider internet. Bisa karena pemadaman listrik, bencana alam, dll.

Berikutnya soal penyebaran jaringan. Kadang menimpa kepada nasabah di lokasi terpencil. Mereka sudah sedia gadget, bayar koneksi, tetapi jaringan di areanya sinyal lemah.

Tidak bisa tarik tunai

Transaksi finansial tidak hanya transfer dan bayar tagihan, tetapi tarik tunai juga. Memang sekarang era cashless. Namun penggunaan uang tunai tetap dibutuhkan.

Ini menjadi salah satu kekurangan Internet Banking BNI. Walau saldo banyak, smartphone, tablet, dan laptop tidak bisa mengeluarkan uang. Satu-satunya yang dapat diandalkan hanya ATM.

Butuh User ID, Password, dan token

Login BNI Internet Banking bisa lintas gadget. Dijamin aman karena adanya User ID dan Password. Namun kekurangannya, nasabah harus mengingat keduanya. Beda dengan ATM yang butuh PIN saja.

Lanjut saat mau transaksi finansial. Kita butuh token. Buat nasabah pemula pasti ribet. Mereka butuh tutorial. Setelah berkali-kali barulah terbiasa dan mudah.

Tidak semua rekening mendapatkan

Internet Banking merupakan fitur gratis. Meski begitu, tidak semua rekening BNI dikasih. Beberapa ada yang tidak. Misal TabunganKu, Simpanan Pelajar, dan Laku Pandai.

Jika Anda pemilik rekening di atas dan ingin menikmati i-banking, buka saja rekening baru. Tipe-tipe tabungan yang memperolehnya yaitu Taplus, Taplus Muda, Taplus Anak, Taplus Bisnis, dan sejenisnya.

Risiko penggunaan

Penggunaan Internet Banking dijamin aman. BNI punya standar tersendiri. Namun bila nasabah ceroboh tetap ada risiko yang perlu diwaspadai. Antara lain sebagai berikut.

Pishing: Jebakan dari penjahat siber dengan cara mengirim pesan penting palsu. Isinya meminta Anda membagikan informasi personal sensitif. Antara lain User ID dan Password.

Malware: Program jahat yang terinstal tidak sengaja pada laptop. Ia dapat mencuri User ID dan Password. Untuk menghindarinya, jangan sembarang mengunjungi situs terlarang.

Keylogger: Perangkat dapat merekam User ID dan Password saat Anda mengetiknya. Maka dari itu website BNI Internet Banking menyediakan keyboard virtual untuk Anda gunakan.

Cara aman transaksi menggunakan I-Banking BNI

Berdasarkan pengalaman pribadi memakai i-banking lebih dari delapan tahun, saya merasa tidak hanya aman tetapi juga nyaman. Alasannya karena selalu mematuhi aturan bank. Antara lain sebagai berikut.

Jaga kerahasiaan User Id dan Password. Tidak memberitahu kepada siapapun. Baik pasangan (suami/istri), keluarga dekat, apalagi orang lain. Jika mencurigai orang lain tahu segeralah melapor bank.

Ganti Password berkala. Demi menghindari orang lain tahu tanpa Anda sadari. Dengan mengubah, Password lama tidak berlaku lagi. Disarankan minimal tiga bulan sekali.

Jangan menyinkronkan token pada web. Awal penggunaan sudah diseting petugas bank. Anda tinggal memakai. Laman Internet Banking BNI tidak akan meminta lagi. Jika iya, hentikanlah transaksi.

Pastikan alamat url Internet Banking BNI benar. Juga terdapat logo gembok. Ditakutkan penjahat membuat laman web palsu yang menyerupai asli. Anda terkecoh dan mengisi User ID + Password.

Pastikan gadget aman dari virus, worm, trojan, malware, dsb. Agar terhindar dari pishing, keylogger, dll., Anda bisa mencegahnya dengan instal antivirus terpercaya dan update versi terbaru.

Gunakan gadget pribadi. Untuk mencegah lupa hapus sandi yang tersimpan pada browser. Jadi, akses i-banking jangan gunkan warnet, pinjam hp teman, dan sebagainya.

Tidak menggunakan wifi publik. Selain gadget pribadi, cara aman transaksi internet banking lainnya ialah menggunakan wifi sendiri atau koneksi dari SIM-card.

Jangan gunakan VPN (virtual private network). Alasannya sama dengan wifi publik. Siapa saja bisa terkoneksi. Keamanannya kurang terjamin. Apalagi VPN gratis dan abal-abal.

Demikian cara aman yang banksentral.com dapat bagikan berdasarkan pengalaman pribadi. Jika masih ada pertanyaan seputar kelebihan dan kekurangannya silakan sampaikan melalui komentar di bawah.

Leave a Reply