Punyamu ATM BCA, BRI, BNI, Mandiri atau bank lain? Tipe silver, gold, atau platinum? Punya saya berlogo GPN, bukan Mastercard ataupun Visa. Biaya administrasi lebih murah tetapi tidak bisa dipakai di luar negeri.

Teman

Banyak orang menyebut kartu ATM cukup dengan ATM. Keduanya padahal berbeda. ATM singkatan dari Automated Teller Machine. Ini mengacu kepada mesinnya (gambar di atas). Sedangkan kartu ATM ialah kartu debit yang sedang digunakan di ATM.

Membuka rekening tabungan umumnya mendapat fasilitas kartu. Fungsinya buat tarik tunai, transfer, pembayaran, dll. Semua transaksi tersebut tidak gratis. Akan tetapi memotong dari saldo. Maka, nama sebenarnya kartu debit (debit card). Bukan kartu kredit. Ini beda lagi.

Selain ATM, kartu debit bisa dipakai di mesin EDC (Electronic Data Capture) juga. Bagi yang belum tahu, ialah alat gesek kartu. Biasanya tersedia di kasir merchant. Berguna untuk pembayaran menggunakan kartu debit/kredit. Sehingga jual beli tidak perlu uang cash.

Kartu debit banyak dipakai di ATM. Maka tidak mengherankan lebih dikenal dengan nama kartu ATM. Beberapa orang bahkan menyingkatnya ATM saja. Sedangkan sebutan untuk mesinnya malah makin panjang: mesin ATM (mesin automated teller machine?).

Jenis-jenis ATM

Banksentral.com tetap menyebut ATM untuk mesinnya. Setelah mengumpulkan info sana-sini, ternyata bukan kartu saja yang banyak jenis. Mesinnya juga iya. Total ada empat. Persamaan dan perbedaannya akan diuraikan di bawah.

#1 ATM Tarik Tunai

Jenis paling banyak, umum, dan gampang ditemui. Jangankan kota besar, di desa pun tersebar di mana-mana. Sesuai nama, ATM tipe ini untuk menarik tunai. Jika Anda butuh mengambil uang dari rekening tidak perlu lewat teller. Cukup gunakan ATM bisa kapan saja selama 24 jam.

Meski namanya tarik tunai, ATM jenis ini bisa diandalkan untuk transaksi lain. Di antaranya cek saldo, transfer, melihat histori/mutasi rekening, pembelian, pembayaran, registrasi e-banking, dan sebagainya.

#2 ATM Non Tunai

Saya sedikit kesulitan cara penulisannya: Non Tunai atau Nontunai. Apapun itu, yang jelas ATM jenis ini tidak bisa untuk penarikan uang tunai. Akan tetapi bisa melakukan transaksi-transaksi lain yang telah disebutkan poin nomor satu di atas.

#3 ATM Setor Tunai

Menabung/menyetor dulunya hanya bisa dilakukan melalui teller. Selain harus pada hari dan jam kerja, di sana tidak jarang antre juga. Pengakuan beberapa nasabah kadang malu untuk menyetor uang dalam jumlah kecil.

Namun sekarang sudah banyak ATM jenis setor tunai. Dengannya, Anda dapat menabung selama 24 jam tanpa perlu menghadap petugas bank. Keuntungan lainnya ialah para karyawan tidak harus bolos kerja seandainya butuh urusan beginian.

#4 ATM Setor Tarik Tunai

Kekurangan ATM tipe ketiga ialah uang yang sudah masuk tidak bisa ditarik tunai seperti ATM pertama. Guna melengkapi itu maka muncul ATM jenis keempat. Ini bisa dibilang multifungsi karena sanggup melakukan semua transaksi gabungan dari ketiganya.

Jaringan kartu debit GPN, Mastercard, dan Visa

Perhatikan permukaan depan kartu Anda. Pada kanan bawah ada sebuah logo. Kalau bukan Mastercard ataupun Visa, biasanya GPN. Sedangkan bagian belakang lebih banyak lagi. Ada Maestro, Cirrus, ATM Bersama, Prima, Link, Alto, dan logo bank penerbit kartu itu sendiri.

Logo-logo tersebut membuat kartu debit bisa dipakai di mesin EDC dan ATM lintas bank. Tidak harus sama. Misal kartu Anda BCA, ia tidak masalah bertransaksi di mesin BRI, BNI, Mandiri, dll. Bahkan bila Mastercard ataupun Visa bisa di bank asing luar negeri.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait Mastercard, Visa, dan GPN. Bukan hanya kelebihan dan kekurangan, melainkan juga biaya. Perbedaan tarif ketiganya lumayan signifikan.

Kartu debit Mastercard dan Visa

Anda dapat membayar belajaan menggunakan kartu debit di merchant yang menyediakan mesin EDC. Cukup gesek dan masukkan PIN atau tanda tangan. Selanjutnya saldo akan terpotong sesuai harga + biaya ‘fee‘ transaksi.

Sama seperti kartu. Mesin EDC pun diterbitkan bank. Maka ada mesin EDC BCA, BNI, BRI, Mandiri, dll. Biaya transaksi di atas akan murah saat kartu digesek di mesin EDC bank sama. Bahkan bisa gratis. Sedangkan kalau beda bank dikenakan charge agak besar.

Intinya lintas bank bisa dikarenakan kartu dan mesin EDC sama-sama memiliki logo Mastercard. Bagi yang belum tahu, ia merupakan provider jasa transfer dana elektronik. Juga perusahan multinasional. Cakupan layanannya lebih dari 200 negara di muka bumi ini.

Itu di mesin EDC. Bagaimana kalau di ATM? Perlu diketahui Mastercard mempunyai anak perusahan bernama Maestro dan Cirrus. Logo keduanya tertempel di belakang kartu dan ATM. Jadi, secara otomatis kartu bisa dipakai di ATM di negara manapun selama memiliki logo tersebut.

Selain Mastercard, ada provider lain yakni Visa. Fungsinya tidak beda dan merupakan saingan. Begitu juga asalnya, sama-sama Amerika. Bagaimanakah dengan Indonesia? Kita punya GPN yang disahkan tahun 2017 kemarin. Sedangkan jaringan antar-ATM-nya ada ATM Bersama, Prima, Link, dan Alto.

Kartu debit berlogo GPN

GPN singkatan dari Gerbang Pembayaran Nasional. Sistem ini diluncurkan pada 4 Desember 2017. Pada kartu, logo tertempel pada bagian depan kanan bawah. Untuk merepresentatifkan Indonesia maka desain GPN bergambar burung Garuda dengan warna merah atau putih.

Fungsi GPN sama seperti Mastercard dan Visa. Bedanya, rute transaksi elektronik pada kartu Mastercard dan Visa diproses di luar negeri. Sedangkan GPN tidak. Dengan begitu biaya transaksi dan pajak tidak “lari” ke negara sana.

Untuk urusan switching, GPN bekerja sama dengan empat jaringan antar-ATM sekaligus. Mereka yaitu ATM Bersama, Prima, Link, dan Alto. Sebuah kartu memang diharuskan memiliki minimal dua switcher. Dengan begitu tetap bisa digunakan meski di mesin EDC/ATM bank lain.

Lebih baik pilih GPN, Mastercard, atau Visa?

GPN, Mastercard, dan Visa memiliki persamaan fungsi: sebuah sistem yang melayani transfer dana elektronik. Namun ketiganya memiliki perbedaan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Sehingga orang yang belum paham pasti bingung saat diminta memilih.

Untungnya saat bikin rekening dan kartu debit hanya disuruh menentukan tipe/warna kartu (silver/blue, gold, platinum, dll.). Customer service tidak menanyakan soal switching provider. Untuk saat ini biasanya mereka langsung memilihkan GPN.

Perlu diketahui kartu debit GPN dikenakan biaya administrasi dan fee transaksi lebih murah. Akan tetapi belum bisa digunakan di luar negeri. Alasannya karena cakupan jaringan layanan GPN tidak seluas Mastercard ataupun Visa yang sudah mendunia.

Jadi seandainya keperluan transaksi Anda hanya di Indonesia buatlah kartu ATM GPN. Namun, jika sering ke luar negeri dan butuh kartu yang bisa dipakai di sana maka dipersilakan memilih Mastercard atau Visa. Akan tetapi ada imbauan untuk orang yang memiliki banyak kartu. Mereka diharuskan punya minimal satu kartu GPN.

Lain-lain

Jika kartu Anda sudah terlanjur Mastercard atau Visa dan ingin ganti ke GPN (atau sebaliknya), caranya mudah. Silakan datang saja ke cabang bank penerbit kartu (BCA/BNI/BRI/Mandiri/dll.). Jangan lupa bawa persyaratannya: KTP, buku tabungan, dan kartu ATM lama.

Sampai di sana temui petugas bagian customer service. Kemudian mengisi formulir penggantian kartu. Ia pun akan memberikan kartu baru sesuai kebutuhan Anda. Bahkan model terbaru (chip, dulunya hanya magnetic stripe).

Saat tulisan ini dipublikasikan, beberapa bank masih menggratiskan biaya penggantian kartu Mastercard dan Visa menjadi GPN. Juga dari biasa ke chip.

Author

Baca artikel perbankan, ekonomi, finansial, dan tips trik keuangan lainnya di bawah.

1 Comment

  1. Aditya martan Reply

    Apkah bisa sy mengaktifkan lgi atm mandiri sy yg trblikir am menganti nomer henpon yg trdaftar di intrnet bengking sy dengan nomer hendpon yg baru. tanpa harus ke kantor bank mandiri lgi

Write A Comment