Jenis ATM, jaringan (GPN, Mastercard, Visa), dan cara aman menggunakannya

Ada empat macam: ATM Tarik Tunai, ATM Nontunai, ATM Setor Tunai, dan ATM Setor Tarik Tunai. Sedangkan jaringannya yang umum di Indonesia yakni GPN, MasterCard, dan Visa.
Jenis-jenis ATM dan jaringannya
Jenis-jenis ATM dan jaringannya

Banyak orang menyebut kartu ATM dengan ATM. Keduanya padahal berbeda. Dalam bahasa Inggris, ATM singkatan dari automated teller machine. Sedangkan dalam bahasa Indonesia yaitu anjungan tunai mandiri.

Apapun itu, ia mengacu pada mesinnya (silakan lihat gambar di atas). Sedangkan kartu ATM ialah kartu debit yang sedang digunakan di ATM.

Fungsi ATM banyak. Salah satunya ialah menarik tunai. Dan seiring perkembangan teknologi, jenis ATM bertambah. Ia dapat digunakan setor tunai juga. Sehingga, menabung tidak perlu menemui teller di bank.

Jenis-jenis ATM

Setelah banksentral.com mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, ternyata ATM ada empat macam. Berikut detailnya.

ATM Tarik Tunai

Jenis paling banyak ditemui di jalanan. Jangankan kota besar, di desa pun tersebar di mana-mana. Sesuai nama, ATM Tarik Tunai berfungsi untuk menarik tunai. Nasabah butuh uang cash tidak perlu ke teller. Cukup gunakan ATM bisa 24 jam nonstop.

Meski namanya demikian, ATM Tarik Tunai juga dapat diandalkan untuk transaksi lain. Di antaranya cek saldo, transfer, melihat histori/mutasi rekening, pembelian, pembayaran, dan registrasi e-banking.

ATM Nontunai

Saya sedikit kesulitan cara penulisannya: Non Tunai atau Nontunai. Jelasnya, ATM jenis ini tidak bisa penarikan uang cash. Akan tetapi bisa melakukan transaksi-transaksi lain yang telah disebutkan poin nomor satu di atas.

ATM Setor Tunai

Menabung/menyetor dulunya hanya bisa dilakukan melalui teller. Selain hari dan jam kerja, tidak jarang harus antre juga. Pengakuan beberapa nasabah kadang malu saat menabung dalam jumlah kecil.

Sekarang sudah banyak ATM jenis setor tunai. Dengannya, nasabah bisa menabung selama 24 jam tanpa perlu menghadap petugas bank.

ATM Setor Tarik Tunai

Kekurangan ATM tipe ketiga ialah uang yang sudah masuk tidak bisa ditarik seperti ATM pertama. Guna melengkapi itu, muncul ATM jenis keempat. Ini bisa dibilang all in one karena sanggup melakukan semua transaksi dari jenis-jenis ATM di atas.

Jaringan kartu ATM

Perhatikan bagian depan kartu Anda. Pada kanan bawah terdapat sebuah logo. Bisa Mastercard, Visa, atau GPN. Sedangkan bagian belakang lebih banyak lagi. Ada Maestro, Cirrus, ATM Bersama, Prima, Link, Alto, dll.

Logo-logo tersebut menandakan kartu bisa dipakai di mesin EDC dan ATM lintas bank. Misal kartu Anda BCA, ia tidak masalah bertransaksi di mesin BRI, BNI, Mandiri, dll. Bahkan Mastercard ataupun Visa bisa di bank asing luar negeri.

Meski demikian, beberapa hal perlu diketahui terkait Mastercard, Visa, ataupun GPN. Bukan hanya kelebihan dan kekurangan, melainkan juga biaya. Perbedaan tarifnya cukup signifikan.

Kartu debit Mastercard dan Visa

Anda dapat membayar belanjaan menggunakan kartu debit di kasir yang menyediakan mesin EDC. Cukup masukkan kartu dan PIN. Selanjutnya saldo akan terpotong sesuai harga + fee transaksi.

Sama seperti kartu. Mesin EDC pun diterbitkan bank. Maka ada mesin EDC BCA, BNI, BRI, Mandiri, dll. Biaya transaksi di atas akan murah saat memakai mesin EDC bank sama (bahkan bisa gratis). Lain bank dikenakan charge agak besar.

Intinya, lintas bank tidak masalah karena kartu dan mesin EDC sama-sama terhubung Mastercard. Sekadar info, ia merupakan jasa transfer dana elektronik. Cakupan layanannya lebih dari 200 negara di muka bumi.

Itu mesin EDC. Bagaimana kalau ATM? Mastercard mempunyai anak perusahan bernama Maestro dan Cirrus. Logo keduanya tertempel di belakang kartu. Jadi, ia bisa dipakai pada ATM di negara manapun selama memiliki logo tersebut.

Selain Mastercard, provider lain yakni Visa. Fungsi tidak beda. Asalnya sama-sama dari Amerika. Bagaimanakah dengan Indonesia? Kita punya GPN yang disahkan tahun 2017. Sedangkan jaringan antar-ATM-nya yaitu ATM Bersama, Prima, Link, dan Alto.

Kartu debit GPN

GPN singkatan dari Gerbang Pembayaran Nasional. Diluncurkan pada 4 Desember 2017. Pada kartu, logo terletak pada bagian depan kanan bawah. Desainnya bergambar burung Garuda dengan warna merah atau putih.

Fungsi GPN sama seperti Mastercard dan Visa. Bedanya, rute transaksi pada kartu Mastercard dan Visa diproses di luar negeri. Sedangkan GPN di Indonesia. Dengan begitu biaya transaksi dan pajak tidak “lari” ke negara sana.

Untuk switching, GPN bekerja sama dengan empat jaringan antar-ATM. Mereka yaitu ATM Bersama, Prima, Link, dan Alto. Sebuah kartu memang harus memiliki minimal dua switcher. Agar bisa digunakan meski di mesin EDC/ATM bank lain.

Lebih baik pilih GPN, Mastercard, atau Visa?

GPN, Mastercard, dan Visa memiliki persamaan fungsi. Namun ketiganya memiliki perbedaan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Sehingga orang yang belum paham pasti bingung saat diminta memilih.

Untungnya saat bikin rekening dan kartu debit hanya disuruh menentukan tipe/warna kartu (silver/blue, gold, platinum, dll.) Customer service tidak menanyakan soal switching provider. Saat ini biasanya petugas memilihkan GPN.

Perlu diketahui, kartu GPN dikenakan biaya administrasi dan fee transaksi lebih murah. Akan tetapi belum bisa digunakan di luar negeri. Alasannya cakupan jaringan GPN tidak seluas Mastercard ataupun Visa yang telah mendunia.

Jadi, bila kebutuhan transaksi Anda hanya di Indonesia pilihlan kartu ATM GPN. Sering ke luar negeri dan butuh kartu yang bisa dipakai di sana, silakan memilih Mastercard atau Visa. Namun jika Anda pemakai banyak kartu diharuskan minimal satu GPN.

Ganti kartu GPN, Mastercard, atau Visa

Jika memiliki kartu Mastercard/Visa, bisakah diganti menjadi GPN? Bisa, caranya mudah. Anda tinggal datang ke bank penerbit kartu (BCA/BRI/BNI/Mandiri/dll.) Jangan lupa bawa persyaratannya: KTP, buku tabungan, dan kartu ATM lama.

Sampai di sana temui petugas bagian customer service. Kemudian mengisi formulir penggantian kartu. Ia pun bakal memberi Anda kartu baru sesuai keinginan (dari Mastercard/visa ke GPN, atau sebaliknya).

Awal-awal peluncuran, penggantian kartu ke GPN gratis. Saat ini tidak lagi. Besaran biaya berbeda pada masing-masing bank dan tipe kartu. Silakan tanyakan kepada customer service terkait untuk mengetahui jumlah tepatnya.

Cara aman menggunakan ATM

Jenis ATM berbagai macam. Begitu juga kartunya. Biar begitu, cara penggunaannya hampir sama: masukan kartu, pilih bahasa, input PIN, dan selanjutnya memilih transaksi sesuai kebutuhan.

Banksentral.com percaya mayoritas nasabah sudah tahu itu. Jadi, sekarang kita bahas cara aman menggunakannya saja. Bagaimanapun, di luaran ada orang jahat yang berusaha mencuri uang melalui ATM.

Cari lokasi yang ramai

ATM tersebar di mana-mana. Nasabah bebas menggunakan. Akan tetapi, lokasi aman ialah di tempat ramai. Lebih aman lagi yaitu di area bank. Di sana umumya dijaga satpam 24 jam.

Lindungi PIN

Setiap menggunakan ATM, pastikan tombol PIN tidak dipasang keyboard tambahan. Tutuplah jari menggunakan tangan lainnya saat menginput PIN. Kalau perlu, tundukkan badan sedikit biar tidak terlihat dari sudut belakang.

Skimmer card

Pastikan lubang tempat memasukkan kartu tidak terdapat skimmer card. Alat ini bisa meng-copy data kartu ATM yang melewatinya. Jika penjahat mendapat data dan PIN Anda, jangan heran saldo habis dicuri olehnya.

Jangan meninggalkan kartu ATM

Usai transaksi jangan lupa mencabut kartu ATM. Andai tertelan (tertahan di dalam mesin), tekan tombol “cancel” berkali-kali. Jika tetap tidak mau keluar, segera lapor pihak bank untuk memblokir kartu.

Ketahui nomor call center resmi bank

Nomor tersebut biasanya tertempel pada ATM. Meski begitu, penjahat bakal menutupinya dengan nomor dia sendiri. Saat kartu bermasalah dan butuh bantuan, sebaiknya Anda cek ulang nomor terlebih dahulu.

Default image
Admin
Mendirikan banksentral.com tahun 2017 setelah agak banyak web yang dibuat. Hobinya memang mencoba hal baru, termasuk bikin rekening bank. Namun, yang aktif dan digunakan saat ini hanya BNI, BRI, dan Jenius.
Articles: 131

Leave a Reply