Syarat dan cara mengurus kartu ATM BRI tertelan mesin

Semua kartu ATM BRI punya kemungkinan tertelan mesin. Baik tipe Private Label, Classic, Gold, Premium, BRI Bisnis, ataupun lainnya. Sekadar informasi bagi yang belum tahu. Perbedaan kartu debit BRI tersebut dipengaruhi jenis rekening tabungan. Contohnya Simpedes, BritAma, BritAma Muda (BritAmaX), Junio, dan BRI Valas.

Maksud kartu ATM tertelan ialah tertinggal di dalam mesin. Selesai transaksi harusnya kartu keluar otomatis. Namun ini tidak. Sehingga kartu tidak bisa diambil, dibawa pulang, dan disimpan untuk digunakan transaksi mendatang. Rasanya pasti sangat menyebalkan jika ini sampai terjadi.

Selain tidak bisa transaksi lagi, kartu ATM BRI tertelan juga bahaya. Khususnya jika Anda tidak menanganinya dengan benar. Misal, kartu keluar kembali tanpa sepengetahuan Anda dan diambil orang lain. Jika mengetahui PIN-nya maka dia bisa menguras saldo. Entah dengan tarik tunai ataupun transfer ke rekening milik sendiri sampai habis.

Maka dari itulah kartu ATM BRI tertelan harus ditangani dengan tepat. Mulai dari pemblokiran agar saldo aman sampai mendapatkan kartu lama kembali atau bikin kartu baru. Bagaimanakah caranya? Berikut banksentral.com coba uraikan dengan jelas beserta syarat-syarat yang diperlukan untuk membereskan masalah tersebut.

Penyebab dan cara mencegah kartu ATM BRI tertelan

Mari kita bahas penyebabnya dulu. Kartu ATM tertelan tentu ada alasan. Biasanya terjadi karena mesin sedang eror atau rusak dan kesalahan pengguna. Bukan hanya itu, bisa juga karena Anda kena jebakan penjahat yang memasang perangkap pada ATM dengan tujuan pembobolan.

Mesin rusak atau eror

Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Termasuk mesin yang dalam bahasa Inggris memiliki kepanjangan Automatic Teller Machine. Saat normal, kartu tidak bermasalah, dan Anda menggunakan dengan benar maka transaksi tidak akan terkendala. Namun jika rusak atau eror, bisa jadi kartu ATM yang dimasukkan tidak bisa keluar lagi.

Tidak semua ATM eror begitu. Beberapa langsung memuntahkan begitu kartu masuk. Padahal Anda belum sempat memilih bahasa apalagi memasukkan PIN. Namun ini justru menguntungkan. Anda tinggal ambil kartu dan cari ATM lain yang bisa digunakan sesuai fungsinya.

Hal di atas bisa menimpa siapa saja. Untuk menghindari, Anda harus mengecek kondisi mesin sebelum mulai menggunakan. Apabila terlihat lawas, tidak terawat, dan tidak ada orang mau pakai, tinggalkanlah. Mesin ATM rusak biasanya ada tanda. Pada bagian pintu bilik atau layar tertempel kertas bertuliskan “tidak bisa digunakan”.

Kartu ATM bermasalah

Kartu ATM BRI tertelan tidak selalu disebabkan mesin eror. Kadang, kesalahan terletak pada kartu ATM yang digunakan. Masalah-masalah yang dimaksud yaitu kartu ATM retak, pecah, melengkung, terblokir, kedaluwarsa, atau terlalu banyak salah menginput PIN yang berjumlah enam digit itu.

Memang tidak semua mesin dimasukkan kartu ATM rusak tidak bisa mengeluarkan kembali. Justru lebih sering kartu dimuntahkan, tidak terbaca/tidak terdeteksi, atau bahkan layar menampilkan pesan “kartu rusak, silakan hubungi kantor cabang BRI”. Kalau begini, cara mengatasinya bukan mencari ATM baru, melainkan memperbaiki kartu.

Cara memperbaikinya tergantung jenis kerusakan. Kartu ATM terblokir tidak harus mengganti baru. Cukup dengan unblock sudah bisa digunakan kembali. Sedangkan kartu ATM BRI pecah, terbelah, retak, melengkung, dan kedaluwarsa, harus ganti kartu baru. Unblock ataupun ganti baru hanya bisa dikerjakan di kantor cabang bank.

Listrik mati

ATM juga berupa komputer. Konon di dalamnya berbasis Windows. Sama seperti perangkat elektronik lain, ATM membutuhkan energi listrik agar dapat dioperasikan. Artinya, ATM akan ikut mati saat lampu padam.

Saat sedang transaksi dan tiba-tiba mati lampu maka sudah pasti transaksi terhenti. Bila kartu ATM BRI Anda belum sempat dikeluarkan, besar kemungkinan akan tertahan di dalam mesin. Ia tidak bisa keluar sampai lampu nyala dan ATM booting ulang.

Anda mungkin bisa menunggu jika listrik mati hanya sebentar. Akan tetapi bagaimana jika sehari penuh? Sebaiknya Anda minta tolong kepada satpam setempat untuk menjaga. Anda bisa datang lagi begitu lampu nyala. Inilah salah satu alasan sebaiknya Anda menggunakan ATM dekat bank saja yang penjaga standby 24 jam.

Kartu ATM tidak langsung dicabut

Selesai transaksi, entah sekadar cek saldo, tarik tunai, transfer, atau lainnya, mesin pasti mengeluarkan kembali kartu ATM BRI. Dengan begitu Anda bisa ambil uang tunai, struk bukti transaksi, dan tentu saja kartu ATM. Ketiga benda ini keluar melalui lubangnya masing-masing.

Ternyata, uang dan kartu ATM tidak segera diambil akan ditarik masuk kembali oleh mesin. Soal saldo jangan khawatir. Jumlah akan tetap seperti semula. Justru kartu ATM yang bermasalah. Tidak bisa diambil artinya tertelan. Dengar-dengar kita hanya dikasih waktu pencabutan kartu hanya 5 detik. Durasi yang sangat singkat, bukan?

Untuk mengatasinya, kita coba tunggu sebentar. Jika tampilan layar seperti saat dimasukkan kartu, kita bisa mencoba transaksi: pilih bahasa > masukkan PIN. Kemudian cek saldo sampai selesai. Namun jika kartu tetap tidak keluar, cobalah tekan tombol CANCEL berkali-kali dan agak lama.

ATM dipasang perangkap jebakan

Penyebab kartu ATM BRI tertelan yang terakhir ini bukan kesalahan mesin ataupun kartu. Namun, bisa jadi Anda. Yaitu langsung menggunakan saja tanpa mengecek kondisi mesin terlebih dahulu. Padahal biar aman harus kita gunakan yang normal dan tidak ada benda asing mencurigakan.

Benda mencurigakan itu bisa jadi perangkap penjahat yang ingin membobol rekening Anda melalui ATM. Biasanya berupa benang, senar, ataupun batang korek api yang diletakkan pada mulut tempat kartu ATM masuk. Tujuannya agar kartu tersangkut dan terjepit tidak bisa keluar.

Penjahat akan mendatangi dan pura-pura menolong. Dengan memanfaatkan kepanikan Anda, ia akan menanyakan PIN. Setelah itu, ia menyuruh Anda pergi ke kantor cabang bank. Saat Anda pergi itulah kartu ATM akan ditarik dan disalahgunakan oleh penjahat.

Tindakan pertama yang harus dilakukan saat kartu ATM BRI tertelan

Catat waktu dan tempat kejadian. Kemudian langsung hubungi BRI call center pada nomor 14017 / 1500017 untuk melakukan pemblokiran kartu ATM. Pastikan nomornya bukan call center palsu. Kita harus ingat jangan memberitahukan PIN kepada siapapun. Sekalipun call center tidak akan pernah menanyakan itu.

Tindakan pemblokiran bertujuan agar saldo dalam rekening tetap aman. Sekalipun penjahat mendapatkan kartu ATM beserta PIN kita, itu sudah tidak bisa digunakan. Jika Anda tidak melakukan pemblokiran, uang uang yang hilang bukan tanggung jawab bank. Ini bisa dibilang kesalahan Anda sendiri.

Selain pemblokiran melalui call center, kartu ATM BRI juga dapat diamankan melalui menu disable pada internet banking dan m-banking. Caranya, silakan buka aplikasi BRI mobile. Kemudian login > Pelayanan Nasabah > Enable Disable Kartu.

Kalau dibandingkan, menurut saya men-disable kartu lebih menguntungkan daripada harus memblokir. Blokir kartu harus menelepon BRI call center dan membutuhkan pulsa lumayan banyak. Sedangkan disable tidak. Jika kartu ditemukan, ter-disable bisa di-enable-kan kembali. Sedangkan terblokir harus unblock di kantor cabang bank.

Syarat dan cara mengurus kartu ATM BRI tertelan

Setelah melakukan pemblokiran, langkah berikutnya ialah datang ke kantor cabang bank. Tidak harus cabang tempat Anda dulu buka rekening, sekarang mengurus kartu ATM tertelan bisa di cabang mana saja kecuali Teras BRI. Tujuan ke sana untuk meminta atau mengganti kartu ATM. Sehingga Anda bisa menikmati fasilitas ini kembali.

Persyaratan yang harus Anda bawa untuk mengurus masalah ini sesuai prosedur yaitu:

  1. KTP
  2. Buku tabungan BRI

Temui petugas bank bagian customer service. Sambil menyerahkan persyaratan, katakan kepadanya bahwa kartu ATM tertelan mesin. Customer service kemudian mengecek dan menanyakan Anda beberapa pertanyaan. Seperti kapan dan di mana kejadian. Serta beberapa data Anda. Misal jumlah saldo terakhir, alamat, dan nama ibu kandung.

Setelah jawaban Anda terverifikasi, barulah customer service akan memberikan kartu ATM. Ada dua kemungkinan. Jika tertelan di dekat kantor bank tersebut, kartu ATM lama bisa kembali (mesin dibuka dan kartu diambil). Anda tinggal mengurus unblock dengan biaya Rp5.000,00 saja agar kartu bisa kembali digunakan seperti semula.

Namun, jika tertelan di mesin yang lokasinya jauh maka kartu ATM lama tidak bisa kembali. Mau tidak mau Anda harus mengajukan permohonan kartu baru. Biayanya bahkan gratis. Namun diharuskan mengisi formulir dan tanda tangan di atas meterai 6.0000. BRI biasanya menyedian meterai. Anda tinggal menggantinya dengan uang sesuai harga.

Meskipun kartu baru, nomor rekening tetap sama seperti semula. Begitu juga dengan isi saldonya. Sedangkan kartu lama yang entah di mana tidak perlu dipikirkan lagi. Itu sudah terblokir. SMS banking mungkin perlu diaktifkan kembali. Sedangakan internet banking biasanya tidak terpengaruh meskipun kartu ATM habis terblokir.

Cara mengurus kartu ATM BRI tertelan di bank lain

Kartu ATM BRI tipe Classic, Gold, Premium, dan Bisnis bisa digunakan di ATM bank lain seperti BCA, BNI, Mandiri, dll. Hal ini karena BRI bekerja sama dengan jaringan terminal ATM antarbank di Indonesia. Terbukti kartu ATM-nya memiliki logo ATM Bersama dan Prima. Untuk logo Visa dan Mastercard, artinya kartu bisa digunakan di luar negeri.

Pemakaian di ATM bank lain tidak membuat kartu ATM BRI memiliki peluang tertelan lebih besar ataupun kecil. Semua sama saja. Jika sampai tertelan pun persyaratan untuk mengurusnya tidak beda, yaitu kartu identitas berupa KTP dan buku tabungan.

Begitu juga dengan caranya. Mengurus kartu ATM BRI tertelan di bank lain langkah-langkahnya sama persis. Anda tetap harus datang ke kantor cabang BRI. Bedanya, kartu ATM lama Anda tidak memiliki kemungkinan untuk kembali. Anggap saja hilang. Meski demikian, tidak perlu dikhawatirkan apapun lagi karena itu sudah diblokir.

Mengurus kartu ATM BRI tertelan tetapi buku tabungan hilang

Banyak orang lebih mementingkan kartu ATM dan menyepelekan buku tabungan. Saya tidak menyalahkan. Bagaimanapun, tarik tunai lebih mudah dan cepat menggunakan ATM daripada buku tabungan melalui teller. Bahkan setor tunai pun bisa dilakukan tanpa buku tabungan tetapi saldo bisa dicek menggunakan kartu ATM.

Masalah baru timbul saat kartu ATM bermasalah. Seperti uraian di atas, syarat mengurus kartu ATM BRI tertelan ialah harus membawa buku tabungan. Lalu, bagaimana jika buku tabungan hilang, tidak ada atau ketinggalan di tempat lain yang jauh (misal luar kota)?

Kartu ATM BRI tertelan tetap bisa diurus meskipun tanpa buku tabungan. Namun harus dengan surat kehilangan dari polisi sebagai gantinya. Silakan tanya kepada Google untuk cara pembuatan dan contoh surat keterangan kehilangan dari kepolisian itu

Mengurus kartu ATM BRI tertelan dengan buku tabungan hilang dan tanpa surat kehilangan dari polisi

Banyak orang malas datang ke kantor polisi untuk membuat surat kehilangan. Alasan mereka bermacam-macam. Misalnya ribet, tidak ada waktu, lokasi jauh, tidak sempat, dll. Jika tetap ingin mengurus kartu ATM BRI tertelan, mungkinkah bisa?

Ya, bisa saja. Namun caranya dengan bikin rekening baru beserta kartu ATM. Tipe tabungan dan kartu ATM bisa sama seperti yang lama. Namun tidak dengan nomor rekening. Setelah jadi, customer service bisa memindahkan semua saldo di rekening lama ke rekening baru. Jika rekening lama Anda dulu dibuka di cabang itu juga, maka prosesnya bisa saat itu juga.

Akan tetapi, cara di atas memerlukan biaya lebih banyak. Di antaranya yaitu biaya buku tabungan baru, pembuatan kartu ATM baru, meterai, dan penutupan rekening lama. Anda mau pilih cara mengurus kartu ATM BRI tertelan yang mana? Terserah.

Leave A Reply

Navigate